GOR, Wujud Nilai Gotong Royong Masyarakat Desa Bumi Jaya Dalam Pencegahan Korupsi
Keterangan Gambar : Tim Satgas Desa Anti Korupsi Ditpermas KPK RI, Ariz Dedy Arham saat memberikan bimbingan teknis bagi calon percontohan desa anti korupsi di Pendopo Desa Bumi Jaya, Kamis (22/06/2023).

GOR, Wujud Nilai Gotong Royong Masyarakat Desa Bumi Jaya Dalam Pencegahan Korupsi

Pelaihari - Gotong royong menjadi sebuah budaya lokal yang sampai saat ini terus melekat di kehidupan masyarakat Desa Bumi Jaya, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Kegotongroyongan inilah yang menjadi bentuk nilai kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat yang tinggal berkisar 5 kilometer dari pusat kabupaten itu.

Salah satu wujud kegotongroyongan yang lahir dari budaya kearifan lokal masyarakat Desa Bumi Jaya adalah adanya bangunan gelanggang olahraga (GOR).

Tidak heran, Tim Satgas Desa Anti Korupsi Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Ditpermas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menilai, pemberdayaan masyarakat sangat memiliki peran vital dalam mewujudkan Desa Bumi Jaya sebagai desa anti korupsi.


GOR Desa Bumi Jaya Kecamatan Pelaihari

“Kami benar-benar takjub saat mendengar pembangunan GOR di desa ini telah menghabiskan sekitar 170 juta rupiah dan sumber dana semua itu dari swadaya masyarakat,” ucap Ariz Dedy Arham, salah seorang Tim Satgas Desa Anti Korupsi Ditpermas KPK RI saat memberikan bimbingan teknis bagi calon percontohan desa anti korupsi di Pendopo Desa Bumi Jaya pada Kamis (22/06/2023).

Ariz mengharapkan, tingginya nilai kearifan lokal yang diperlihatkan oleh masyarakat Desa Bumi Jaya ini semakin mempertebal semangat terhadap program desa anti korupsi ini. Apalagi hal itu dimulai dari hubungan baik antar pemerintah desa dengan masyarakat.

“Semakin melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan, semakin kecil peluang terjadinya korupsi bagi pemerintah desa,” tambah Ariz.

Diketahui, saat ini Desa Bumi Jaya sedang mengikuti penilaian menjadi desa percontohan anti korupsi oleh KPK RI. Penilaian ini sudah memasuki tahap kedua termasuk adanya bimtek ini setelah sebelumnya pada tahap pertama dilakukan observasi sekaligus penilaian self assessment dan pemeriksaan bukti fisik berkas pemerintah desa dan hasilnya Desa Bumi Jaya mampu mengungguli dua desa lainnya sebagai perwakilan Kalimantan Selatan. (Diskominfo Tala)

Bagikan halaman ini

Berita Lainnya