Situs Resmi Pemkab Tanah Laut

Peringati Hari Kartini ke-147, Ketua TP PKK Tanah Laut: Kebaya Adalah Bentuk Perjuangan

Admin Portal Admin Portal
|
20 April 2026, 14:00 WITA
|
64x Dilihat
Peringati Hari Kartini ke-147, Ketua TP PKK Tanah Laut: Kebaya Adalah Bentuk Perjuangan
Ketua TP PKK Dian Rahmat Trianto saat memberikan sambutan pada Hari Kartini ke-147 tahun 2026, Senin (20/04/2026) di Balairung Tuntung Pandang.

Pelaihari – Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A)Tala menggelar acara yang istimewa. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dimeriahkan dengan Lomba Kebaya Klasik dan Kebaya Nuansa Banjar, yang diikuti oleh 24 orang perwakilan dari TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tala serta berbagai organisasi wanita setempat.


Sambutan hangat sekaligus penuh makna disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tala, Dian Rahmat Trianto. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh generasi wanita untuk menjadikan inspirasi Kartini sebagai energi lintas generasi, bukan sekadar nostalgia tahunan.


“Peringatan ini harus terus mengingatkan generasi selanjutnya betapa beratnya perjuangan Kartini di masa lalu. Mendapatkan emansipasi bukanlah hal mudah. Beliau harus melewati proses lika-liku yang luar biasa, penuh tantangan dan air mata,” ujar Dian Rahmat Trianto dengan penuh haru.


Ketua TP PKK menegaskan bahwa makna Kartini jauh lebih dalam dari sekadar acara seremonial atau mengenakan kebaya.


“Ini adalah perjuangan. Ini bukan hanya soal kebaya. Ada filosofi yang sarat makna di balik kebaya, cara berkomunikasi antar manusia, rasa hormat, kesopanan, bahkan nilai-nilai luhur yang lebih dalam. Jangan sampai generasi kita lupa bahwa kebaya adalah simbol ketangguhan dan kelembutan sekaligus,” tegasnya.


Lebih lanjut, Dian Rahmat Trianto mengajak para ibu dan generasi muda untuk terus melakukan edukasi kepada anak-anak sejak dini. Ia menekankan pentingnya mengenalkan sejarah perjuangan Kartini agar nilai-nilai emansipasi tidak luntur ditelan zaman.


Tidak berhenti di situ, ia juga mendorong seluruh elemen untuk berani membawa kebudayaan lokal ke kancah internasional. Salah satu caranya adalah dengan bangga memperkenalkan kebaya, khususnya kebaya dengan nuansa Banjar, sebagai warisan budaya wanita Indonesia.


“Kita harus bangga dan terus mengangkat kebaya. Melestarikan kebaya berarti melestarikan identitas wanita Indonesia. Melalui lomba ini, kita juga memperkuat organisasi wanita dan TP PKK sebagai garda terdepan pemberdayaan perempuan di Tanah Laut,” pungkasnya.


Kepala DP2KBP3A Tala, Maria Ulfah, turut mengapresiasi antusiasme peserta. Menurutnya, lomba kebaya kali ini bukan hanya ajang unjuk rasa busana, tetapi juga upaya nyata menjaga warisan budaya tak benda yang telah diakui dunia.


“Kami bangga melihat semangat para peserta yang mengenakan kebaya klasik dan kebaya nuansa Banjar dengan anggun. Ini bukti bahwa Kartini hadir di tengah kita, dalam setiap langkah dan busana yang kita kenakan,” ujar Maria Ulfah.


Acara ditutup dengan parade kebaya dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba, yang disambut meriah oleh seluruh undangan. Semangat Kartini pun kembali menyala, mengingatkan bahwa perjuangan wanita Indonesia belum selesai—ia terus berlanjut dari generasi ke generasi (Diskominfostasan Tala)

Bagikan artikel ini:

Layanan Darurat RaZa Lakas
112