Situs Resmi Pemkab Tanah Laut

Diskominfostasan Tala Bawa Tiga Pilar Layanan Pengaduan Ke Kampus, Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Pelayanan Publik

Admin Portal Admin Portal
|
19 May 2026, 00:00 WITA
|
52x Dilihat
Diskominfostasan Tala Bawa Tiga Pilar Layanan Pengaduan Ke Kampus, Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Pelayanan Publik
Kepala Diskominfostasan Tala Rika Amalia, saat kegiatan Sosialisasi Lapor (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) Goes to Campus di Politeknik Negeri Tanah Laut, Selasa (19/05/2026).

Pelaihari – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostasan) Kabupaten Tanah Laut menggelar kegiatan Sosialisasi Lapor (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) Goes to Campus Bertempat di Politeknik Negeri Tanah Laut, Selasa (19/05/2026). Kegiatan yang diikuti 150 mahasiswa ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Diskominfostasan Tala Rika Amalia, S.STP., M.Si., Margareta Habibah, S.ST., M.I.Kom. dari Bidang Komunikasi, dan Muhammad Maulana dari Bidang E-Government.


Wakil Direktur Politeknik Negeri Tanah Laut, Rina Pebriana, S.E., M.Comm., menyambut baik kegiatan ini dan berharap mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi digital secara produktif. "Jadilah generasi yang kritis namun tetap santun, aktif namun tetap bijaksana, serta peduli terhadap lingkungan sosial di sekitar," pesannya.


Kepala Diskominfostasan Tala, Rika Amalia, S.STP., M.Si., yang sekaligus membuka acara, menegaskan bahwa era digital menuntut tata kelola pemerintahan yang tidak hanya cepat, tetapi juga adaptif, transparan, dan responsif.

"Pelayanan publik yang baik tidak lagi searah dari pemerintah ke masyarakat, melainkan dua arah. Pemerintah butuh mendengar dan masyarakat punya hak untuk bersuara," tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Rika Amalia memperkenalkan tiga kanal layanan utama yang menjadi fokus sosialisasi. Pertama, SP4N Lapor, layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat yang terintegrasi secara nasional sebagai wadah resmi menyampaikan kritik, saran, maupun laporan terkait pelayanan publik. Ia menegaskan identitas pelapor tidak akan dipublikasikan. Kedua, RAZALAKAS 112, layanan panggilan darurat bebas pulsa yang beroperasi 24 jam untuk kondisi darurat medis, kebakaran, hingga bencana alam. Ketiga, RAZAWALI, inovasi lokal yang menghubungkan masyarakat langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati melalui siaran radio Tuntung Pandang 102,3 FM setiap Jumat akhir bulan.


"Alhamdulillah, respons masyarakat cukup banyak. Aduan terbanyak biasanya terkait pupuk, jalan rusak, jembatan rusak, dan lain-lain," ungkap Rika Amalia.


Terkait alasan pemilihan kampus sebagai sasaran sosialisasi, Rika Amalia menegaskan peran strategis mahasiswa. "Mahasiswa adalah social control. Mahasiswa memiliki daya kritis yang tajam, idealisme yang murni, dan penguasaan teknologi. Kampus bukan sekadar tempat belajar teori, melainkan laboratorium peradaban di mana solusi-solusi untuk daerah itu dilahirkan," ujarnya.


"Ia pun mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi penonton atau pengkritik di media sosial tanpa arah. "Jika melihat jalan rusak, fasilitas publik yang terbengkalai, atau pelayanan birokrasi yang berbelit, jangan hanya dijadikan konten. Gunakan SP4N Lapor, Razawali, atau Razalakas untuk menyampaikan laporan secara resmi dan tepat sasaran," ajaknya (Diskominfostasan Tala).

Bagikan artikel ini:

Layanan Darurat RaZa Lakas
112