ANGKA KELAHIRAN SAPI LOKAL MELEBIHI TARGET, MANAJEMEN PENYAPIHAN HARUS DIPERHATIKAN
Oleh Administrator 12 Sep 2020, 16:04:06 | dibaca 78 x | Kategori Berita Daerah
ANGKA KELAHIRAN SAPI LOKAL MELEBIHI TARGET, MANAJEMEN PENYAPIHAN HARUS DIPERHATIKAN

Keterangan Gambar : Angka kelahiran sapi lokal di Kabupaten Tanah Laut hingga 31 Agustus 2020 telah melampaui target yang ditentukan pemerintah melalui program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN). Terhitung sejak 1 Januari hingga 31 Agustus, angka komulatif kelahiran sapi mencapai 9.981 ekor. Capaian kelahiran tersebut setara 105,06 persen dari target kelahiran tahun ini sebanyak 9.500 ekor. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Perbibitan, Produksi dan Pakan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Tala, Ferry Kusmana saat Pelayanan Perbibitan, Kesehatan Hewan dan Pemeriksaan Kebuntingan di Desa Pulau Sari Kec. Tambang Ulang, Kamis (10/9).


Angka kelahiran sapi lokal di Kabupaten Tanah Laut hingga 31 Agustus 2020 telah melampaui target yang ditentukan pemerintah melalui program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN). Terhitung sejak 1 Januari hingga 31 Agustus, angka komulatif kelahiran sapi mencapai 9.981 ekor. Capaian kelahiran tersebut setara 105,06 persen dari target kelahiran tahun ini sebanyak 9.500 ekor. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Perbibitan, Produksi dan Pakan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Tala, Ferry Kusmana saat Pelayanan Perbibitan, Kesehatan Hewan dan Pemeriksaan Kebuntingan di Desa Pulau Sari Kec. Tambang Ulang, Kamis (10/9).

Upaya penambahan populasi sapi di dalam negeri sejauh ini dilakukan lewat Pelayanan Inseminasi Buatan yang merupakan bagian dari Program SIKOMANDAN. Pada pelayanan Disnakkeswan tersebut, petugas mengunjungi dari kandang ke kandang yang dijadikan sebagai titik kumpul pelayanan. Terlihat banyak anak sapi hasil dari Inseminasi Buatan dengan umur berkisar dari satu minggu hingga enam bulan.

"Kami meharapkan para peternak dapat menerapkan manajemen pemeliharaan anak sapi dengan baik. Karena pemeliharaan anak sapi atau yang sering disebut “pedet” (anak sapi dari baru lahir hingga berumur 8 bulan) merupakan salah satu bagian dari proses untuk menghasilkan bibit sapi yang berkualitas", ujar Ferry.

Untuk mencapai bibit sapi yang berkualitas diperlukan penanganan yang tepat mulai dari pedet lahir sampai dewasa. Salah satu manajemen penanganan pedet yang dinilai sangat penting diperhatikan sebagai penentu produktivitas ternak sapi adalah manajemen penyapihan pedet.

Handri Sulistiono selaku Kasi Perbibitan Ternak Disnakkeswan Tala menambahkan, manajemen penyapihan yang tidak tepat dapat menghambat pertumbuhan pedet yang ditandai dengan bulu kasar, kusam dan berperut buncit (pot belly), bahkan dapat berakibat pada kematian pedet. Pedet perlu dilatih mengkonsumsi konsentrat dan hijauan hingga 3 bulan (12 minggu), menyapih berarti menghentikan pemberian susu pada pedet, baik susu yang berasal dari induk sendiri ataupun dari induk lain.

"Pada pedet umur tiga bulan, rumen dan retikulum sudah berkembang dengan baik, dengan demikian pemberian susu dapat dikurangi, kemudian diberikan konsentrat sedikit-sedikit sehingga mau makan kosentrat tersebut. Bila pedet sudah mau makan kosentrat maka pedet tidak diberikan susu lagi karena kosentrat tersebut sebagai makanan pengganti", tambah Handri.

Ciri-ciri pedet yang sehat dan siap untuk di sapih diantaranya sudah tidak lagi menyusu pada induknya, berumur kurang lebih 3–4 bulan (90-120 hari), dan bobot badan sudah mencapai kurang lebih 150 Kg. Walaupun dalam jumlah sedikit, pedet diupayakan sudah mulai mengkonsumsi 1,4 sampai dengan 1,8 kg konsentrat (hijauan) setiap harinya serta kandangnya sudah dipisah dari induknya. Dengan pola tersebut, tak hanya baik bagi pedet namun juga bagi induk sapi yang secara perlahan akan siap uuntu reproduksi kembali.

“Dengan manajemen penyapihan yang baik diharapkan akan mempercepat pemulihan organ reproduksi induk sehingga aktivitas reproduksinya cepat kembali normal dan induk siap dikawinkan/bunting kembali”, pungkas Handri. (Disnakkeswan / Diskominfo Tala)




Posting Terkait :
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

- Portal Aplikasi Pengaduan -

- Portal Aplikasi Layanan Pemerintah Daerah -

- Portal Aplikasi Layanan Publik -

- Portal Informasi Publik -


- Portal Aplikasi Lainnya -



- Portal Website SKPD -






- Portal Website Desa -