52 TahunKantor Bupati Tanah Lautslide portalAsian Gamesdata_bps_tala

TPID Bahas Melonjaknya Beberapa Harga Barang

Tala-Info Publik, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanah Laut melaksanakan Rapat Koordinasi di ruang Setda lantai III Pemkab Tanah Laut, Rabu (14/03). Rapat Koordinasi dilakukan untuk membahas harga inflansi daerah dalam pasar perdagangan di Kabupaten Tanah Laut. Rapat Koordinasi dihadiri Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan Kabupaten Tanah Laut Drs M.Rafiki Efendi M.Si, Kabag Ekonomi, M. Yusran, S.Sos, M. I.Kom, Kesbangpol serta tamu lainya yakni Dedi Supriady Kepala Bulog, M.Jondaru Bank Indonesia (BI) dan M.Aryadi Perwakilan dari Pertamina. Sedangkan dari Koordinasi Pimpinan Daerah (Kopimda) yakni dari Kodim 1009/plh Sudaryono. Dalam acara Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)tersebut melakukan pembahasan harga inflansi daerah dalam pasar perdagangan di Tanah Laut, yakni seperti Penanganan elpiji 3 kg dan harga beras dan harga sembako, seperti melonjaknya kenaikan harga Cabe di pasaran dan pecapaian Bulog di Tanah laut. Kelangkaan elpiji 3 kg, beberapa bulan lalu menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).Akibat kenaikan elpiji menjadi sorotan warga di Tanah Laut terlebih harga penjualan di tiap Pangkalan tida sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).Bahkan selain itu diduga distribusi elpiji bersubsidi tersebut tida tepat sasaran. Sudaryono, salah satu Anggota Kopimda, dalam rapat mengemukakan kelangkaan dan mahalnya elpiji ini diduga ada permainan oknum di pangkalan yang bermain elpiji tersebut, seperti ia ketahui adanya elpiji yang disembunyikan jika harga murah namun jika harga naik baru mereka jual. "Bahkan elpiji yang dikirim dari Pertamina ke masing masing Agen dalam satu hari saja, elpiji tersebut sudah habis, hingga berdampak ke masyarakat di sekitar, Masyarakat menjadi kebingungan untuk membeli elpiji. Kami meminta ke pihak Pertamina, jika menemukan hal pelanggaran bisa melaporkan. Pihak Pertamina juga harus mencantumkan nomor telpon yang bisa di hubungi," pintanya. Sementara Kepala Bagian Ekonomi M. Yusran, S.Sos, M. I.Kom. mengemukakan sejak terjadinya kelangkaan elpiji 3 kg, pihaknya sudah melakukah himbauan baik melalui surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati, yang meminta bagi PNS dan Honorer dilarang menggunakan elpiji 3 kg. "Kita sudah melakukan upaya upaya bekerjasama dengan pihak Pertamina. Bagi PNS dan Honorer dihimbau yang masih memiliki elpiji 3 kg diharapkan menukarkan ke tabung 5,5 kg. Hingga saat ini hasilnya belum sampai 100 persen, PNS dan Honorer mengganti elpiji dari 3 kg ke elpiji 5,5 kg. kan ini masih baru edaranya, yang penting upaya kita sudah kita lakukan," katanya

Portal Website Pemerintah Daerah









Portal Website Sekolah



Theme Colors
Layout Style
Background Pattern